Teknologi Mesin Jet Negara Inggris Yang Berkembang Pesat

Kehadiran mesin pesawat dapat dianggap sebagai faktor penting dalam perkembangan era penerbangan modern. Mesin ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan penerbangan darurat. Salah satu orang yang berpengaruh besar terhadap lahirnya mesin pesawat adalah Frank Whittle, yang tiba-tiba menjadi perwira di British Air Force. Berbekal pengalamannya, ia mencoba merakit mesin pesawat dan mengaplikasikannya ke pesawat di seluruh dunia. Tidak hanya untuk kepentingan militer, penggunaan mesin pesawat juga telah menyusup ke wilayah sipil. Pesawat komersial di landasan pacu dilengkapi dengan teknologi jet untuk mencapai tujuan lebih cepat.

Inggris meluncurkan jet tempur bernama Tempest, untuk bersaing dengan program kerja sama Jerman-Prancis, yang meluncurkan program jet tempurnya setahun lalu. Gavin Williamson mengatakan 2,7 miliar atau 38 triliun telah dialokasikan untuk mendanai program pada tahun 2025 dan bahwa Inggris akan mencari mitra internasional untuk menyediakan investasi tambahan.

1. Mesin pertama

Awalnya, Frank Whittle merancang mesin pesawat untuk memenuhi kebutuhan penerbangan darurat. Dia mencoba membangun sebuah mesin yang mampu terbang pada ketinggian dan kecepatan yang tidak terduga. Saat itu, pesawat sedang menggunakan mesin. Namun, Whittle mencoba mengembangkan mesin yang mampu menyerap udara dan mengeluarkan energi dari bagian belakang pesawat. Ide ini dianggap gila oleh semua orang. Bahkan, saat mesin diserahkan ke Kementerian Perhubungan Udara pada 1929, dibantah tidak masuk akal.

Beberapa hari pertama sedikit mengejutkan karena pemerintah skeptis. Selain itu, pemerintah tidak memantau penemuan ini hingga diumumkan di beberapa negara. Terlepas dari penolakannya, Frank Whittle tidak menyerah dan mulai mencari pasangan. Pada tahun 1936, ia mengakuisisi usaha patungan dengan Power Jets Ltd dan setuju untuk menguji mesin inovatifnya. Akhirnya mesin pesawat buatannya diaplikasikan ke Gloster Meteor untuk melayani Royal Air Force (RAF).

2. Pesawat Pertama

Negara lain diuntungkan dengan bocornya informasi perkembangan teknologi pesawat Whittle. Saat itu, Jerman, dengan menggunakan insinyur mudanya Hans von Ohain, mencoba mengembangkan pesawat lebih lanjut. Pada tahun 1937, Jerman akhirnya berhasil memproduksi kapal induk pertama yang diberi nama Heinkel He. Pesawat ini dirancang untuk mesin diesel Hans von Ohain. Setelah berbagai persiapan, pesawat akhirnya melakukan penerbangan perdana pada 27 Agustus 1939. Beberapa hari sebelum Jerman memulai Perang Dunia II dengan menyerbu Polandia. Penerbangan ini menandai saat ketika pesawat jet akan menjadi sesuatu dari masa lalu. Keberhasilan pesawat ini akhirnya bisa dilihat oleh militer, hingga akhirnya digunakan oleh pesawat tempur Jerman.

3. Pesawat militer pertama

Teknik yang dikembangkan oleh Whittle tidak dijaga dengan baik. Hal ini akan menyebabkan dari beberapa negara pasati berhasil mengembangkan sebuah teknologi mereka, termasuk Nazi tercatat telah berhasil mengembangkan pesawat terbang di negara lain. Hasilnya adalah kemunculan Messerschmitt Me 262, yang diberi gelar kapal induk pertama. Perusahaan penerbangan Jerman Messerschmitt merancang pesawat untuk tujuan berburu dan pengeboman. Dia memulai debutnya pada 18 April 1941 dan kemudian mulai produksi massal. Pesawat digunakan buat melayani Angkatan Udara atau Jerman saat menghadapi pertempuran. Ini dirancang untuk pilot dengan ketinggian 10,6 meter dan lebar sayap sekitar 12,6 meter. Pesawat ini juga memiliki panjang 3,5 meter dengan turbojet Junkers Jumo 004B-1 kembar. Jerman memproduksi pesawat dengan kecepatan tertinggi 900 kilometer per jam. Selama perang, Messerschmitt Me 262 menjadi pesaing terbesar pesawat pertama Sekutu, Gloster Meteor.

Penggunaan pesawat ini mulai dihentikan setelah berakhirnya Perang Dunia II. Beberapa telah dikelola oleh Angkatan Udara Cekoslowakia sejak tahun 1951. Selain itu, beberapa masih berada di museum dan beberapa telah diproduksi ulang untuk penggunaan pribadi oleh mesin J85 General Electric.

Share Post