Teknologi Jaringan 6G Asal China Berkembang Pesat 2021

Satelit itu diluncurkan di Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di Provinsi Shanxi, China utara. Satelit peluncuran itu diorbitkan bersama 12 satelit lainnya dalam satu roket pembawa. Proyek ini merupakan kolaborasi antara University of Electronic Science and Technology of China (UESTC), serta Chengdu Guoxing Aerospace Technology dan Beijing MinoSpace Technology. Menurut Xu Yangsheng, salah satu akademisi di Chinese Academy of Engineering. Jaringan komunikasi terestrial. Satelit eksperimental kali ini telah menandai bahwa pertama kalinya sebuah teknologi berkomunikasi terahertz sudah diverifikasi ketika diterapkan di luar angkasa.

Mengembangkan Jaringan Teknologi China 6G

Wakil Menteri Biro Teknologi China Wang Xi mengatakan dia akan bekerja sama dengan para ahli untuk mengembangkan rencana penelitian untuk 6G. Kantor Teknologi juga bermitra dengan 37 pakar telekomunikasi dari universitas, membentuk panel perkembangan 6G. Pada saat yang sama, beberapa perusahaan telekomunikasi China, seperti Huawei, ZTE, Xiaomi, dan China Telecom, juga mulai menyelidiki jaringan 6G.

Bahkan, Xiaomi berencana untuk menghentikan produksi ponsel atau ponsel 4G di China pada akhir tahun 2020. Xiaomi akan memfokuskan lebih banyak sumber daya pada pembuatan ponsel khusus 5G, sambil mengembangkan teknologi 6G. Pendiri dan CEO Xiaomi Lei Jun mengatakan Xiaomi telah meluncurkan penyelidikan awal ke dalam teknologi 6G. Namun, menurut dia, Xiaomi belum berencana meluncurkan teknologi itu sendiri.

Inovasi Perjalanan China Menuju 6G

China, atau negara lain juga telah mulai mengembangkan jaringan 6G, seperti Finlandia, Korea Selatan, dan Inggris. Negara Inggris juga sudah membuat Pusat Inovasi yang sedang didedikasikan buat perkembangan 6G oleh University of Surrey, inovasi terkait 6G kedua setelah Finlandia. Pusat inovasi saat ini sudah berhasil berkembang didalam teknologi 5G sejak tahun 2013 dan universitas tersebut kini berupaya memperluas jangkauannya. Waktunya telah tiba bagi universitas serta industri Inggris telah memulai perjalanan menuju 6G. Kata Profesor Max Lu, Wakil Rektor Universitas Surrey.

Inti inovasi ini, para peneliti sangat berfokus kepada pengembangan 6G bertujuan buat memungkinkan jaringan seluler untuk menggabungkan fisik dan virtual. Direktur Pusat Inovasi 6G di Universitas Surrey, Profesor Rahim Tafazolli, mengatakan jaringan 5G memungkinkan virtual reality atau augmented reality, tetapi gambar yang ditampilkan adalah video tiga dimensi. Jadi apa yang kami lakukan di 6G, kami lakukan dalam empat dimensi, dan dimensi keempat adalah indera manusia.

Kapasitas Kecepatan Jaringan 6G

Teknologi 6G akan memungkinkan sensor untuk mengirimkan sentuhan, bau dan rasa. Menurut Rahim, karakteristik tersebut dapat memberikan dampak yang signifikan, salah satunya terkait dengan teknologi kesehatan. Dokter mengizinkan pasien untuk dirawat bahkan dari jarak jauh. Plus, rapat virtual akan terlihat otentik. Jaringan 6G awal juga diharapkan menawarkan kecepatan, kapasitas, dan latensi yang lebih tinggi dari pada 5G. Selain itu, pusat inovasi juga bertujuan untuk integrasi teknologi antara kecerdasan dan penggunaan spektrum jenis baru, seperti pita terahertz. Jaringan 6G diharapkan dapat mendukung kecepatan unduh 1 terabyte per detik (Tbps). Dengan kecepatan ini, pengguna dapat mengunduh 142 jam film per detik.

Jika Anda menggunakan 5G, itu akan memakan waktu beberapa detik. China 6G Network Development Rapid Race mulai menyelidiki jaringan teknologi 6G. Diluncurkan oleh Reuters pada November tahun lalu, teknologi terkait jaringan ultra-cepat ini telah menjadi titik utama konflik antara Amerika Serikat dan China. Jaringan seluler 5G adalah masalah yang telah dipolitisasi dalam perselisihan antara kedua negara. Perlombaan untuk menemukan jaringan juga melibatkan Huawei Technologies, sebuah perusahaan peralatan telekomunikasi dan jaringan telekomunikasi di China. Di sisi lain, pemerintah AS.

Share Post